Halal bi Halal 2018

2018-07-05


Ada sebuah tradisi kreatif khas masyarakat Muslim Tanah Air, yaitu Halal bi Halal. Satu kebiasaan yang hanya ada di negeri kita. Halal bi halal muncul sebagai ungkapan saling menghalalkan kesalahan dan kekhilafan. Saling memaafkan satu sama lain. Setiap orang sadar tidak ada yang terlepas dari kesalahan. Manusia tempatnya salah dan lupa. Idul Fitri dengan kegiatan Halal bi Halalnya, membuat umat Muslim melebur kesalahannya dengan berbagai maaf tanpa sekat yang membatasi.

Ada tiga pelajaran yang bisa kita petik dari kegiatan Halal bi Halal. Pelajaran pertama adalah pembersihan diri dari segala bentuk kesalahan. Ibarat pemudik yang pulang ke kampung halamannya setelah sekian tahun merantau ke negeri seberang. Dalam perjalanan itu tidak sedikit ia isi dengan kesalahan, seperti lupa sholat, lalai menunaikan janji setia kepada Allah, lupa berdzikir, bersikap angkuh atau berlaku aniaya kepada diri sendiri. Di hari nan fitri itu kita “mudik” kepada Allah. Kembali kepada-Nya dengan membawa proposal berisi rintihan permohonan ampun. Memohon ampun atas segala dosa yang terjadi. Halal bi halal menggiring kita untuk kembali ke kampung halaman yang sesungguhnya. Kembali kepada ampunan Allah yang sangat luas. Itulah makna hakiki dari kalimat Minal Aidin wal Faizin yang artinya “Semoga kita kembali kepada fitrah dan menang melawan hawa nafsu.” Kembali kepada jati diri yang suci bak bayi yang lahir ke muka bumi. Bersih, bening, dan penuh ketulusan.

Pelajaran kedua dari Halal bi Halal adalah membersihkan hati dari rasa benci kepada sesama. Terkadang karena persaingan bisnis atau faktor lainnya terbersit rasa dendam dan iri hati. Mari kita singkirkan penyakit-penyakit pengotor hati itu dalam momentum Halal bi Halal. Tidak ada lagi kedengkian. Kita ganti dengan kelapangan jiwa. Kita obati kesombongan dengan kerendah-hatian. Kita buang permusuhan dan kita isi dengan persaudaraan. Pelajaran ketiga adalah memupuk kepedulian dan kebersamaan. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari pergaulan dan kebersamaan yang dibangun melalui sikap tolong-menolong.

 

reCOnsult juga melaksanakan tradisi Halal bi Halal ini, yang dilakukan pada tanggal 26 Juni 2018, yang bertempat di Lantai 4 PT Rekadaya Elektrika. Seluruh karyawan reCOnsult dan PT Rekadaya Elektrika melebur dalam satu kebersamaan. Semoga kebersamaan ini akan selalu terjalin baik. Mudah-mudahan kita mampu menyinergikan Hablum minallah dan Hablum minann-Nas (Hubungan baik dengan Allah dan sesama) dalam tradisi Halal bi Halal. Kepada Allah kita memohon ampunan-Nya dan kepada sesama saudara Muslim kita saling memaafkan. “Taqobbalallahu minna waminkum (Semoga Allah menerima amalanku dan amalanmu)”. (vee)